Sabtu, 01 Oktober 2016

INILAH CERITA DARI SEORANG WANITA YANG SUAMINYA DIBUNUH OLEH KANJENG DI DIMAS



Erwin Hariyati (25), istri Abdul Ghani, salah satu korban pembunuhan yang disangka dikerjakan oleh Patuh Pribadi, pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng menjelaskan bila dirinya sudah menganggap kematian suaminya terkait praktik sangkaan penggandaan uang di padepokan yang ada di Probolinggo, Jawa Timur, itu.

Kecurigaannya itu telah pernah dikatakannya pada pihak kepolisian dari Wonogiri yang mendatanginya tujuh hari setelah suaminya diketemukan tewas di Wonogiri.

Erwin menerangkan, padanya, almarhum suaminya pernah bercerita mengetahui Patuh Pribadi cukup lama bahkan saat mereka berdua masihlah keduanya sama lajang.

Patuh pribadi dan Abdul Ghani pernah belajar pada guru spiritual yang sama.

 " Suami saya sebelumnya berdirinya padepokan sudah kerap sama Kanjeng Patuh. Mulai dari muda. Jadi bisa dijelaskan yang membesarkan padepokan

termasuk juga suami saya juga. Ia sebagai ketua kesultanan di padepokan, " tuturnya pada Kompas. com, Jumat (30/9/2016).

Abdul Ghani lantas mencari kebenaran terkait sangkaan praktik penggandaan duit yang ditangani oleh Kanjeng Patuh Pribadi.
Kepadanya lantas, lanjut Erwin, suaminya mengaku dapatkan banyak kejanggalan.
 " Suami saya katakan apa yang ditangani Kanjeng Patuh sudah tidak masuk akal. Kanjeng itu kan pasti kasih barang barang aneh seperti kantong uang katanya, ada rekening gaib, pulpen gaib termasuk juga ada juga perhiasan gaib. Pokoknya tak masuk akal, " tuturnya.

Dia juga mengaku berulang-kali diajak suaminya bertandang ke padepokan yang memiliki beberapa ribu pengikut itu termasuk ikuti istighosah.

Namun pesan yang di berikan dalam pengajian akbar itu, menurut wanita kelahiran Banyuwangi 13 Maret 1991 tidak jauh dari permasalahan duit.

 " Sebenarnya sejak mulai menikah dengan saya Juni 2015, suami saya telah tidak sering ke padepokan serta konsentrasi ngurus keluarga dan pekerjaannya sendiri. Suami saya bekerja dibagian jual beli serta pemrosesan emas, perak serta batu mulia di Probolinggo, " tuturnya.

Erwin melanjutkan, kesabaran suaminya telah habis setelah dapatkan banyak hal yg tak masuk akal serta melaporkan hal semacam itu ke Jakarta.

 " Terakhir ketemu dia narasi akan ketemu dengan Kanjeng Patuh di Probolinggo dan akan mengambil duit Rp 20 miliar

. Terlebih dulu pulang ke Probolinggo, suami saya pernah membersihkan kaki ibu dan bapak saya untuk memohon restu, " tuturnya.

Erwin mengaku berniat geser ke Banyuwangi lantaran suaminya kerap peroleh ancaman pasca bakal melaporkan sangkaan praktek penipuan yang ditangani oleh Patuh Pribadi.

 " Saya shock waktu saya ketahui suami saya diketahui tew4s. Saya telah menduga ada hubungan dengan padepokan. Saya menginginkan siapa juga yang turut dan atas kem4tian suami saya dihukum setimpal, " katanya.

Abdul Ghani yakni yaitu satu di antara korban pembunuhan yang disangka diotaki oleh Patuh Pribadi, pemimpin Padepokan Dimas Kanjang yang ada di Probolinggo, Jawa Timur.

Lelaki kelahiran Probolinggo th. 1973 itu diketemukan tewas di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Jawa Tengah pada 14 April 2016.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : INILAH CERITA DARI SEORANG WANITA YANG SUAMINYA DIBUNUH OLEH KANJENG DI DIMAS

0 komentar:

Posting Komentar