Minggu, 07 Agustus 2016

MASIH BERANIKAH ANDA MEMBENTAK IBUMU, YG TELAH MATI''AN UNTUK HIDUPMU



IBU, masakin air bu. Saya pingin mandi pakai air hangat, ” seorang anak memohon ibunya mempersiapkan air hangat untuk mandinya.

Sang ibu dengan ikhlas lakukan apa yang diperintah oleh sang anak.

Dengan nada lembut ibunya menyahut, “Iya, tunggulah sebentar ya, sayang! ”
“Jangan begitu lama ya Bu! Soalnya saya ada janji sama tema,. ” tutur sang anak.
Tidak lama setalah itu sang ibu telah usai mempersiapkan air hangat untuk buah hatinya.

“Nak, air hangatnya telah siap, ” ibu ini memberitahu.

“Lama sekali sih, Bu…” sang anak sedikit membentak.

Setelah usai mandi serta gunakan baju rapi, sang anak berpamitan pada ibunya, “Bu, saya keluar dulu ya, menginginkan berjalan-jalan sama kawan. ”

“Mau kemana nak? ” ajukan pertanyaan sang ibu.

“Kan telah saya katakan, saya inginkan keluar berjalan-jalan sama kawan, ” kata sang anak sembari mengernyitkan dahi.

Malam harinya, sang anak pulang dari berjalan-jalan, sesampainya dirumah ia terasa jengkel lantaran ibunya tak ada dirumah. Walau sebenarnya perutnya demikian lapar, di meja makan tak ada makanan apa pun.

Semakin lebih satu saat itu, ibunya datang sembari menyampaikan salam, “Assalamu’ alaik­­um.. Nak, anda telah pulang? Telah dari tadi? ”
“Hah, ibu dari


tempat mana saja. Saya itu lapar, menginginkan makan tak ada makanan di meja makan. Harusnya bila ibu kehendaki keluar ini masak dulu…” kata si anak dengan nada demikian lantang.

Sang ibu cobalah menjelaskan sambil memegang tangan anaknya, “Begini sayang, anda jangan sampai berang dahulu. Ibu tadi keluar tidaklah untuk permasalahan yg tak paling penting, anda belum tahukan jika istrinya Pak Rahman meninggal dunia? ”

“Meninggal? Walau sebenarnya tak sakit apa- apa kan, Bu? ” sang anak sedikit kaget, nada suaranya juga tak tinggi lagi.

“Dia meninggal dunia saat Maghrib tadi. Dia meninggal dunia dunia waktu melahirkan anaknya. Anda juga harus mengerti nak, seseorang ibu ini bertaruh nyawa waktu m3l4hirkan anaknya, ” ibu berikanlah penjelasan.

Hati sang anak mulai terketuk, dengan nada lirih ia kemukakan pertanyaan pada ibunya, “Itu bermakna, ibu waktu m3l4hirkanku juga sekian? Ibu juga rasakan sakit yang menakjubkan juga? ”

“Iya anakku. Sekarang ini ibu harus berjuang menahan rasa sakit yang menakjubkan. Walaupun itu, ada yang lebih sakit dari pada hanya m3l4hirkanmu, nak, ” sang ibu menjawab.

“Apa ini, Bu? ” sang anak menginginkan tahu apa yang melebihi rasa sakit ibunya waktu melahirkan dia.

Sang ibu tidak bisa menahan air mata yang mengalir dari semasing pojok matanya seraya berkata,

“Rasa sakit saat ibu melahirkanmu ini tak seberapa, apabila dibanding dengan rasa sakit yang ibu rasakan saat dirimu membentak ibu dengan nada lantang, saat kau menyakiti hati ibu, Nak. ”

Si anak selekasnya menangis serta memohon ampun atas apa yang telah diperbuat sampai sekarang ini pada ibunya.

Tetap masih beranikah anda membentak ibumu yang telah mempertaruhkan hidup matinya melahirkan anda? Mudah-mudahan dengan artikel diatas kita lebih menyayangi ibu kita. Tak ada yang hebat didunia ini terkecuali Ibu.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : MASIH BERANIKAH ANDA MEMBENTAK IBUMU, YG TELAH MATI''AN UNTUK HIDUPMU

0 komentar:

Posting Komentar