Sungguh mengagumkan, seorang anak bernama Tiyo Satrio ini, walaupun terlahir tanpa ada sepasang lengan dan sepasang kaki tetapi tetap masih bersahaja dan suka dalam lakukan kehidupannya.
Bocah datang dari desa Penawangan, Jawa Barat selalu riang suka serta cobalah berperilaku seperti umumnya anak-anak lain-lainnya.
Walaupun kondisinya tubuhnya tak prima anak berusia 11 th. ini selalu optimis serta tertawa berbarengan bebrapa rekanan serta gurunya di kelas.
Dulu, sepanjang kehamilannya ibu Tiyo, Mimi tidak mengerti kondisi anaknya. Bahkan sesudah lahir Mimi tak diberitahu tentang kondisi anaknya yang terlahir tanpa ada lengan serta kaki.
" Saya melahirkan tengah malam serta diberitahu sore hari setelah itu. Saya terperanjat. Saya fikir ia bakal jadi normal seperti anak-anak lain. Saat ini saya terasa baik-baik saja serta berusaha terima, " kata Mimi pada Mirror, Selasa (12/7/2016).
Pasangan Mimi serta suaminya, Wawan memiliki empat anak dewasa. Mimi melindungi Tiyo penuh saat, tetapi Tiyo dapat lakukan beberapa hal sendiri. Hanya saja untuk membersihkan, memakai baju, serta makan mesti dibantu oleh Mimi.
" Sehari-hari hanya melindungi Tiyo jadi kita tidak dapat pergi kemana juga. Apabila kita bekerja kita tidak dapat mengurus Tiyo, " kata Mimi.
Tiyo sekarang ini bersekolah di SLB Firdaus. Tiap-tiap pagi Tiyo dijemput dengan sepeda motor dan dibawa ke sekolah berkebutuhan spesial. Ia bisa menulis dengan memakai mulutnya serta berkompetisi dengan bebrapa rekanan sekelasnya.
" IQ Tiyo baik. Sekarang ini dia kelas dua serta dapat kerjakan masalah matematika kelas empat seperti perkalian dan pembagian. Dia memakai demikian hari untuk sekolah tetapi lantas berhenti lantaran cacat fisik dan tidak yakin diri, " kata Kepala Sekolah, Budiwati.
Di kelasnya yang sejumlah 24 siswa, Tiyo tergantung pada rekan-rekan serta guru untuk membantunya membawa dia serta mendorong dia di kursi rodanya.
Tiyo tunjukkan bila dia unggul bermain game playstation berbarengan beberapa rekannya dengan menggunakan dagunya.







0 komentar:
Posting Komentar