Polri mengerahkan semakin lebih 300 personelnya untuk mengawal sistem eksekusi mati untuk beberapa terpidana masalah Narkoba di Pulau Nusakambangan, Cilacap.
" Sudah disediakan 300 personel semakin lebih Polda Jateng terkait eksekusi hukuman mati, " kata Kepala Segi Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (28/7).
Menurutnya, sebagian ratus personel yang tergabung dalam Operasi Nusa Candi 2016 itu terdiri atas regu pengawalan, regu pengamanan dan regu tembak. Martinus berujar sebagian ratus personel itu sekarang ini sudah bersiaga di Nusakambangan dan di sekitaran Nusakambangan.
" Sudah di
Nusakambangan dan sekitaran Nusakambangan, misalnya di Cilacap, Purwokerto. Ini segi dari kesiapsiagaan dari Polri dalam menindaklanjuti perintah jaksa sebagai eksekutor, " katanya.
Sebentar untuk sistem eksekusi 14 orang terpidana mati itu, Polri mempersiapkan 10-12 orang personel penembak untuk masing-masing terpidana. Lebih dahulu Jaksa Agung HM Prasetyo memberikan keyakinan beberapa 14 terpidana mati akan dieksekusi di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
" Apabila tidak berpindah sejumlah 14 orang, " ucapnya.
Ia menginginkan tidak ada halangan untuk sistem eksekusi mati jilid III itu. Di antara yang akan dieksekusi itu, Freddy Budiman, terpidana permasalahan narkoba yang keinginan Peninjauan Kembali (PK) -nya tak di terima oleh Mahkamah Agung.
Terpidana mati yang lain adaalah wanita Merry Utami dan warga negara Pakistan, Zulfiqar. Saat di bertanya sistem eksekusi mati hari Jumat (29/7) atau Sabtu (30/7), Jaksa Agung mengatakan dirinya masih tetap menunggu kepastiannya.
" Saya tunggu ini apanya yang kurang, masih tetap menunggu. Lagi koordinasi seperti apa. Yang tentu, kemarin keluarganya sudah dikumpulkan, kedubes sudah diberitahu. (Mereka) sudah diisolasi semua, " katanya.

0 komentar:
Posting Komentar