Minggu, 31 Juli 2016

SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG KARNA KELAPARAN BERIKUT PENJELASANYA



Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung memperhatikan tuntutan jaksa PU pada seseorang nenek yang dituduh mengambil singkong, nenek itu berdalih bila hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya kelaparan …

Namun manajer PT. ANDALAS KERTAS (BAKRIE GRUP) tetaplah pada tuntutannya, agar jadi contoh untuk warga yang lain.

Hakim Marzuki menghela nafas., dia memutus di luar tuntutan jaksa PU, “maafkan saya”, tuturnya sembari saksikan nenek itu,.

Saya tak dapat buat
pengecualian hukum, hukum tetaplah hukum, jadi anda harus dihukum. saya mendenda anda 1jt rupiah bila anda tidak bisa membayar jadi anda harus masuk penjara 2, 5 th., seperti tuntutan jaksa PU”. Nenek itu

 tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sebentar hakim Marzuki mencopot topi, buka dompetnya lalu
mengambil & memasukkan uang sejumlah 1juta rupiah dalam topi itu serta berkata pada hadirin…

“Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda pada semasing orang yang ada diruang sidang ini sebesar 50rb rupiah, sebab menetap dikota ini, yang membiarkan seseorg kelaparan sampai harus mengambil untuk berikanlah makan cucunya, "

”Sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi saya ini lalu berikanlah semuanya kemudian pada terdakwa. ”

Sampai palu diketuk serta hakim Marzuki meninggalkan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3, 5juta rupiah.

Termasuk juga uang 50ribu yang dibayarkan oleh manajer PT. ANDALAS KERTAS (BAKRIE GRUP) yang tersipu malu lantaran telah menuntutnya.

Sungguh sayang kisahnya luput dari pers.
Cerita ini sungguh menarik seumpamanya ada relasi yang bisa peroleh dokumentasi cerita ini bisa di sharing dimedia untuk jadi contoh pada aparat penegak hukum lain agar bekerja menggunakan hati nurani serta mencontoh hakim Marzuki yang berhati mulia.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : SEORANG NENEK MENCURI SINGKONG KARNA KELAPARAN BERIKUT PENJELASANYA

0 komentar:

Posting Komentar