Suatu persoalan penyiksaan anak yang begitu kejam terungkap dengan cara tidak berniat di China belum lama ini.
Kisahnya bermula waktu seseorang anak wanita berumur 11 th. berjalan di jalanan kota Shichang, Propinsi Guizhou, China, 8 Mei 2013.
Berdasar pada laporan warga setempat, anak wanita itu bicara sendiri sembari berjalan. Sesekali anak itu meneriaki beberapa pejalan kaki yang berpapasan dengan dia.
Lantas, seorang pria bernama Fu, mendekati anak wanita itu. Sesudah melihat dari dekat Fu lihat anak itu terluka di sekujur badannya, kulitnya terkelupas di sebagian tempat, serta dia juga hampir botak.
Warga yang lain mengatakan pada Fu kalau anak itu bernama Xiao Li. Warga setempat mengatakan mereka tahu anak wanita itu sering disiksa sang bapak yang mereka kenali bernama Yang.
Memperoleh cerita mengerikan itu, Fu lantas melapor ke polisi yang lalu menangkap Yang, bapak anak wanita malang itu. Waktu di tanyai polisi, cerita yang lebih mengerikan tersingkap.
Pada polisi Yang mengaku sudah melukai bibir Xiao Li dengan mata pancing, kepalanya disiram air mendidih, kulitnya ditusuki jarum jahit.
Tidak cuma itu, Xiao Li juga diminta berlutut di lantai yang sudah lebih dahulu ditaburi pecahan kaca. Seringkali Yang menggantung terbalik Xiao Li sembari memukulinya dengan tali serta tongkat kayu.
Dari foto
Xiao Li yang di ambil dirumah sakit, menunjukkan ada luka baru di lutut anak itu serta sisa luka lama di semua badannya.
Beberapa dokter menyampaikan rambut di kepala Xiao Li kelihatannya akan tidak tumbuh lagi lantaran suhu panas terlalu berlebih yang di terima kulit kepalanya.
Diluar itu, Xiao Li juga disangka kuat kekurangan gizi di sepanjang hidupnya. Hingga walau dia berumur 11 th., tetapi Xiao Li tidak tampak seperti seorang anak berumur 11 th..
Berdasar pada info sang nenek, orang-tua Xiao Li meninggalkannya tidak lama setelah anak itu lahir untuk mencari pekerjaan ditempat lain di China.
Sepanjang lima th., Xiao Li diurus kakek serta neneknya. Lantas, sang bapak kembali pulang serta penyiksaan diawali.
Sang nenek mengaku dia tahu semuanya penyiksaan itu tetapi tidak dapat berbuat apa pun untuk menghindarnya. Nenek bahkan juga menceritakan bapak Xiao Li -yang yaitu putra kandungnya- seringkali juga menyiksanya.
" Dia kadang-kadang memukuli saya berbarengan Xiao Li. Dia menyundutkan rokok ke punggung saya, bahkan juga memukul kepala saya memakai panci, " kenang sang nenek.
Sekian kali, Xiao Li pernah kabur dari rumahnya untuk berlindung di tempat tinggal sang nenek. Tetapi, ayahnya bakal menyusul serta memukulinya lagi. Sang nenek tidak dapat menerangkan alasan yang memicu tingkah laku kasar bapak Xiao Li itu.
Sebenarnya Oktober th. lantas beberapa warga desa telah pernah melapor ke polisi waktu Yang menyiram kepala Xiao Li dengan air panas.
Polisi lalu menanyai Yang, tetapi dia beralasan air panas itu untuk membasmi kutu di kepala Xiao Li. Polisi, waktu itu merekomendasikan Yang untuk membawa anaknya ke rumah sakit serta kasus itu ditutup demikian saja.
Saat ini, keadaan Xiao Li mulai lebih baik dirumah sakit. Cost perawatannya dijamin pemerintah daerah yang juga mengorganisasi program kelanjutan berbentuk perawatan psikologis.
Chen Yuefang, seseorang petinggi lokal, menyampaikan, mereka saat ini mencari orang yang dapat menjaga Xiao Li di sisa masa kanak-kanaknya lantaran kakek serta neneknya telah sangat tua untuk merawatnya.
Chen juga berjanji untuk lakukan penelusuran untuk meyakinkan tindak kekerasan seperti yang dihadapi Xiao Li tidak akan terulang

0 komentar:
Posting Komentar