Mulai sejak akhir 2015, muslim di Afrika Tengah hadapi penyiksaan serta ancaman kematian oleh milisi Kristen. Umat Islam dipaksa masuk Kristen di bawah ancaman hukuman mati.
" Kondisi ini adalah kenyataan yang selalu berulang dalam sejarah disaat umat Islam sedang lemah. Seperti sejarah Andalusia, ketika benteng terakhir umat Islam di Granada ditaklukan oleh pasukan Nasrani. Jadi umat Islam dipaksa masuk Kristen yang menolak bakal diusir serta dibunuh. Yang ingin murtad mereka di beri baju seperti baju sinterklas yang saat ini dipaksakan agar digunakan beberapa pegawai mall pada hari natal dan
th. baru, " ungkap Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH. Muhammad al
Khaththath
Kenyataan itu membuktikan firman Allah di dalam surat Al
Baqarah 217. Mereka (Yahudi serta Nasrani) tak henti-hentinya memerangi anda hingga mereka (bisa) kembalikan anda dari agamamu (pada kekafiran), terang al Khaththath.
Menurut dia, bila umat Islam menginginkan menghentikan beragam kebiadaban, maka memerlukan penggabungan beberapa negara Islam supaya jadi kekuatan dahsyat yang dapat menjalankan tugas melindungi kehormatan Islam serta umatnya.
Umat Islam pernah alami saat kejayaan dengan kemampuan militer yang mengagumkan. Masalah Amuria sebagai contoh. Imam Suyuthi dalam tarikhul Khulafa mencatat masalah Amuria yaitu pelecehan pada wanita muslimah oleh pembesar Nasrani.
" Di Amuria, Khalifah Mu'tashim Billah kirim pasukan dari Baghdad dalam jumlah besar hingga dapat mengalahkan Amuria, menewaskan 30 ribu tentara kafir serta menahan 30 ribu yang lain, " tandasnya


0 komentar:
Posting Komentar