Sabtu, 02 Juli 2016

KATA NAJWA SHIHAB ''TAK PERLU BERHIJAB ASAL HATI KITA TETAP BERHIJAB''



Salah satu komentar yang keluar pada tulisan dengan judul Mata Najwa Bukanlah Mata Umum yakni mempertanyakan langkah menggunakan pakaian Mata Najwa, Najwa Shihab yg tak berjilbab. Pertanyaan yang “wajar” mengingat dia adalah putri dari seseorang ulama terkenal, ahli tafsir, bekas rektor sekaligus eks Menteri Agama Republik Indonesia zaman Soeharto, Prof. Dr. Quraisy Shihab yang berwajah hingga sekarang ini masihlah kerap tampak beberapa di monitor kaca.

Memanglah benar, wanita kelahiran Makassar 16 september 1977 ini hidup dalam lingkungan keluarga yang religius. Najwa melalui pendidikan dasarnya di lembaga pendidikan berbasiskan agama, mulai dari TK Al-Quran di Makassar, setelah itu Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah (satu tingkat SD), lantas SMP Al-Ikhlas, Jeruk Purut, Jakarta Selatan.


 Pendidikan keagamaan juga diterapkan dengan cara ketat oleh keluarganya bersama-sama lima orang saudaranya. Telah jadi rutinitas, mulai sejak magrib mesti sudah di rumah untuk berjamaah magrib, mengaji Al-Quran, dan membaca Ratibul Haddad bersama. Baru sesudah masuk bangku kuliah, Najwa telah diijinkan keluar sesudah maghrib karena padatnya jadwal dan kesibukan perkuliahan. Itu lantaran keluarganya betul-betul begitu memerhatikan segi pendidikan.

Pendekatan pendidikan di keluarganya tak dengan memakai beberapa cara menyakitkan hati namun dengan cara yang demokratis. Walau dididik dalam lingkungan yang religius, namun permasalahan menggunakan jilbab tidak diharuskan oleh orang tuanya.

Menurutnya wanita yang menggunakan jilbab itu bagus dan sangat terhormat, namun tidak berjilbab juga tidak apa-apa. Sampai kini, ayahnya mendidik bila yang lebih utama untuk wanita adalah menjadi terhormat dan melindungi kehormatan baik dalam berperilaku dan memakai pakaian, tetapi ayahnya tak mewajibkan untuk berjilbab. Najwa juga punyai kepercayaan bila terdapat beberapa langkah untuk terhormat terkecuali dengan jilbab.

 (berbagai referensi berkaitan) Lewat cara berpakaian seperti itu, tuturnya tak pernah ada yang komplain. “Karena mungkin saja melihat ayah, apabila di tanya orang pendapatnya membolehkan, membebaskan berjilbab atau tak. Jadi banyak argumen dari ayah saya. Apabila ada yang komplain, paling pas bercanda. Serta saya selalu menyampaikan : ya insyaallah mudah-mudahan suatu saat. Yang tentu hatinya berjilbab kok

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : KATA NAJWA SHIHAB ''TAK PERLU BERHIJAB ASAL HATI KITA TETAP BERHIJAB''

0 komentar:

Posting Komentar