Jumat, 17 Juni 2016

SAYANGILAH ORANG TUA KALIAN SELAGI MASIH ADA... BUAT PARA SAHABAT TOLONG RENUNGKANLAH GAMBARAN CERITA INI... BERIKUT..!!!



Suatu cerita membuat hati tiap-tiap anak akan rasakan rasa sedih lantaran sikapnya pada orangtua sendiri.
Ada seorang pria tua yang sudah berumur mengambil keputusan tinggal berbarengan dengan anak lelaki sulungnya. Anaknya itu sudah menikah dan mempunyai anak berumur lima th.. Pria tua itu lantaran sudah aspek umur, tangannya sering gemetaran, pandangan sudah semakin kabur, jalannya sudah tak kuat seperti dulu.
Suatu malam, saat tengah makan malam berbarengan keluarga anaknya, pria tua itu menjatuhkan gelas susunya sampai buat meja makan jadi sedikit berantakan. Kecuali gelas susu, ia juga kesulitan makan lantaran tangannya sering gemetaran dan saat makan sedikit berantakan.
Ilustrasi
Apa yang berjalan?
Menantu dan anak lelaki kandungnya agak merasa jengkel akibat momen itu. Anak lelakinya berkata pada istrinya ‘Karena momen itu kita harus lakukan satu hal pada bapak. ’

Dan istrinya menjawab,
‘Kita tidak punya stock susu yang banyak untuk selalu ditumpahkan. Bapak juga kerap berisik saat makan. Saya lelah bersihkan makanan yang berantakan dilantai usai makan’.

Dicapailah persetujuan pada istri dan anak lelaki kakek itu.
Mereka selanjutnya buat satu meja makan yang kecil dan menempatkan disudut ruangan tidak jauh dengan ruang makan keluarga. Selain itu mereka berdua siapkan gelas plastik, piring plastik untuk orang tuanya. Hal semacam ini dilakukan agar waktu gelas jatuh tidak pecah.

Hari untuk berhari berlalu dimana orangtua mereka memakai waktu untuk makan di meja kecil itu dengan diwaktu berbarengan anak, menantu dan cucunya makan di meja paling utama keluarga.
Satu waktu saat makan malam, menantu dan anaknya saksikan orangtua mereka tengah makan. Tampak jelas pria tua itu tengah rasa sedih. Namun, apa yang berlangsung. Anak lelakinya berucap, tidak ada lagi gelas dan piring yang jatuh dan pecah.

Malampun telah larut. Pada saat siang hari saat jam istirahat kerja, anak lelaki pria tua itu pulang dari kantor dan didapati anaknya sendiri tengah ribet bermain dengan mainan biasanya dari plastic seperti gelas, piring, sendok dsb. Ia juga utarakan pertanyaan, Nak suka mainnya, apa yang tengah anda kerjakan?

Anak kecil 5 th. yaitu cucu dari pria tua itu menjawab dengan polos. ‘ Piring sama gelasnya saya siapin dan berikan untuk ayah dan ibu selagi saya sudah besar kelak. ’

Mendengar kalimat dari anaknya sendiri, demikian menghujam pria itu. Ia sekian sedih lantaran merasa bersalah pada Ayahnya dan ia juga menangis. Mulai hari itu, meja kecil untuk ayahnya disimpan. Lantas ia sama istrinya mohon maaf pada ayahnya lantaran memperlakukannya seperti orang lain di rumah mereka.

Sejak mulai hari itu, ayahnya sudah berkumpul dan makan berbarengan di meja makan keluarga. Bahkan waktu ayahnya menjatuhkan sendok, gelas sesekali atau makanan yang berantakan ia segera membersihkan sendiri.

Teman dekat, jadikanlah gambaran cerita itu sebagai renungan untuk pribadi sendiri. Yakni telah keharusan tiap-tiap anak untuk memperlakukan orang tuanya baik Ibu atau Ayah dengan baik saat mereka berumur lanjut. Ingatlah, saat kita masih tetap kecil orang-tua kita dengan tulus membuat perlindungan, melindungi, berikan perhatian bahkan ikhlas bertaruh nyawa untuk anaknya terkasih. Jadi, jangan pernah meskipun buat hati orangtua bersedih lantaran perbuatan kita.

Ya Allah, ampunilah kami lantaran telah lupa membuat perlindungan ke-2 orangtua kami, Ya Allah sayangilah mereka seperti mereka menyayangi kami pada saat kami kecil. Amin. Semoga bermanfaat, jazakumullah

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

0 komentar:

Posting Komentar