Selasa, 14 Juni 2016

MENIKAH...!!!! BUKAN SEKEDAR ''INGIN'' TETAPI HARUS ''SIAP'' .. BUAT YANG BELUM MENIKAH HARUS BACA INI, MUDAH-MUDAHAN SAHABAT-SAHABATKU IKHWAN-AKHWAT TERLEPAS DARI MISKIN PRINSIP MENUJU PENIKAHAN..!! AMINN??!!



Ada yang ingin menikah cuma lantaran menginginkan ada tempat bercakap. Meyakini cuma lantaran menginginkan bercakap? percakapan saat ini kan digantiin gadget? Ada yang menikah sebatas menginginkan ada yang masakin. Yakin pengin ada yang masakin? Warung nasi di pengkolan ada banyak?

Ada yang menikah lantaran menginginkan ada yang mijit jika lelah. Helo, itu istri apa tukang pijat ya? Ada yang menikah cuma menginginkan ada yang ngasih duit jajan. On-line shop, penggiatnya banyak ibu serta bujangwati. Ada yang menikah agar ada yang boncengin jika ada pertemuan. Owh gitu? Jadi suami itu serupa tukang ojek ya? Ada yang menikah tuturnya menginginkan agar tidak dimaksud jomblo ngenes. Yakin? Trus apa kelak jika nikah
tidak bakalan ngenes?

Saya tidak mengatakan alasan teman-teman yang di atas tadi 'salah', tetapi itu prinsip menikah yang 'lemah'. Memang mungkin saja ada beberapa yang menikah dengan sebagian alasan di atas, trus pada akhirnya bisa abadi hingga saat ini. Namun pasti " mempersiapkan " akan jauh tambah baik, dari pada " tak disiapkan ", bakal berkesan terburu-buru, kebelet serta semacamnya.

Jadi, bila prinsip menikah masihlah seperti dicontohkan di atas tadi, butuh diperbarui dengan prinsip yang lebih kuat. Tak salah, namun itu lemah. sebab jika cuma " karena itu ", maka setelah " karena itu " -nya terwujud, ya bermakna telah, selesai. Bukan, bukan demikian pernikahan. Sebab pernikahan itu bukanlah sekedar hanya " pengin " saja, namun lantaran kita " perlu " serta " siap ". Maka dari itu orang yang miliki prinsip menikah, sebenarnya ta'aruf itu dikomitmenkan/di azamkan untuk menikah, not for trial.

Orang yang prinsip menikahnya lemah, condong bakal " mempermainkan " ta'aruf atau khitbah, hati-hati saja. Walau sebenarnya ta'aruf semestinya diserahkan bukanlah lantaran cuma " pengin " menikah, namun lantaran memanglah telah siap menikah. Mudah-mudahan sahabat-sahabatku, ikhwan-akhwat terlepas dari miskin prinsip menuju pernikahan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

0 komentar:

Posting Komentar