Sabtu, 14 Mei 2016

ASTAGFIRULLAHALAADZIM!!!!!! INI KISAH NYATA YANG MENGGEMPARKAN MASYARAKAT SEKITAR, TANGAN WANITA PEMANDI JENAZAH TIDAK BISA LEPAS DARI TUBUH MAYAT TERSEBUT, KARNA UCAPANNYA!! PENASARAN DENGAN KATA KATA YANG DIUCAPKAN, BACA ARTIKEL INI KALAU BERANII!!!!



Lisan jadi satu diantara nikmat yang Allah SWT berikanlah pada hambaNya. Walau yaitu anggota tubuh yang cukup kecil namun lisan dapat menyebabkan pemiliknya ditetapkan sebagai sebagian orang surga atau neraka.

Narasi Riil : Tangan Wanita Pemandi Jenazah Melekat Ke Mayat, Tidak Bisa Di Lepas Lantaran Pengucapan Ini....

Oleh karena itu telah sepantasnya seseorang muslim memperhatikan apa yang di berikan lisannya. Sebab mungkin saja  ia beranggapan satu pengucapan cuma kalimat mudah dan sepele namun jadi bisa mendatangkan murka Allah SWT.

Seperti yang dihadapi oleh wanita pemandi mayat ini, dimana ia peroleh murka dari Allah SWT lantaran tidak memelihara lisannya waktu memandikan mayat seorang wanita. Jadi satu diantara anggota tubuhnya menempel pada mayat itu. Penasaran bagaimana kemudian? Itu cerita sedetilnya.

Dikisahkan pada jaman Imam Malik, ada seorang wanita yang sekian jelek sikapnya. Dimana ia selalu bergonta-ganti pasangan dan tidak pernah menolak ajakan lelaki. Hingga tibalah di hari kematiannya. Waktu itu mayat wanita itu dimandikan oleh seorang wanita yang memang pekerjaannya memandikan mayat.

Namun mendadak tangan wanita sipemandi mayat itu menempel pada k*malu*n mayat wanita muslimah itu. Jadi semua orang-orang dan ulama gempar akan hal semacam itu. Beberapa orang yang ada disana jadi ramai dan bingung bagaimana langkahnya untuk melepas tangannya dari mayat wanita itu.

Setelah dipikirkan
hanya ada dua langkah untuk menyelesaikan permasalahan itu. Pertama mereka harus memotong tangan wanita pemandi mayat itu atau ke-2 wanita itu dikuburkan sekalian. Pastinya ke-2
pilihan ini demikian mustahil untuk diakukan.

 " Sampai kemudian mereka memberi kepercayaan untuk memohon pendapat Imam Malik. Waktu telah bertemu dengan Imam Malik, ia tak segera memberikan gagasannya. Namun selanjutnya ia memberikan anjuran lebih dulu pada sebagian beberapa orang itu. Bahkan sempat juga juga waktu Imam Malik dapatkan 40 pertanyaan, tetapi yg dijawabnya hanya 5 pertanyaan. Hal sejenis ini lantaran kehati-hatiannya dan kesensitifannya dalam membahas pengetahuan agama.

Setelah selesai berikanlah anjuran, Imam Malik lantas kemukakan pertanyaan pada si wanita pemandi mayat itu. " Katakanlah dengan jujur, apa yang telah engkau katakan saat memandikan mayat itu?

Dengan malu dan sedih wanita pemandi mayat itu berkata jika saat ia memandikan si mayat, ia menyampaikan pada si mayat waktu bersihkan tubuhnya, " Sudah berapakah kali tubuh ini kerjakan z! n4? " ucapnya.

Sampai Imam Malik juga menerangkan pada sebagian orang yang ada jika, " Wanita ini telah tidak mematuhi hukum Allah SWT. Sebab ia telah menjatuhkan Qazaf (tuduhan zina) pada wanita itu tidak ada menghadirkan 4 orang saksi. Oleh karena itu, sama juga dengan hukum Allah SWT jadi wanita ini harus dijatuhkan hukuman hudud yaitu dengan 80 kali deraan (cambuk) lantaran tidak mendatangkan saksi. "

Dan dengan izin dan kekuasaan Allah SWT, waktu wanita itu telah peroleh 80 kali deraan, mendadak tangannya terlepas dari mayat itu. Sampai wanita pemandi mayat itu kemudian bertaubat pada Allah SWT atas perbuatan buruknya itu.

Oleh karena itu sebaiknya kita selalu bisa buat perlindungan lisan dari beberapa pengucapan buruk khususnya menggunjing dan memfitnah orang lain, meskipun orang itu telah meninggal dunia.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

0 komentar:

Posting Komentar